Uber Merencanakan Flotasi Pasar Saham 'pada bulan April' - Berita Panduan






Perusahaan aplikasi taksi Ride-hailing Uber akan mengeluarkan penawaran umum pertama pada bulan April, lapor kantor kabar Reuters. 

Uber akan mendaftar sekuritas dengan regulator AS SEC pada bulan April, dan mengeluarkan roadshow investor, kata Reuters. 

Lawan Lyft jalani proses yang sama pada 1 Maret, serta akan mengakhiri penawarannya di akhir bulan ini. 

Baik Uber serta Lyft dengan cara rahasia menjelaskan pada regulator jika mereka ingin mengapung di pasar saham di tahun 2018. 

Uber, yang diawali pada 2009, belakangan ini berharga $ 76bn di pasar swasta. Mereka sedang cari penilaian setinggi $ 120 miliar. 

Pro-kontra 

Uber polemis sebab mengganggu industri taksi di lebih dari pada 60 negara. 

Ini terus hadapi tentangan dari pengemudi penyewaan swasta serta regulator di sejumlah yurisdiksi. 

Perusahaan aplikasi naik taksi itu hadapi aksi hukum di Inggris serta AS atas kategorisasi pengemudi untuk kontraktor wiraswasta, bukan untuk pekerja. 

Rangkaian skandal menggerogoti Uber di tahun 2017, termasuk juga klaim pelecehan seksual yang dibikin oleh karyawan wanita, pelanggaran data, pemakaian piranti lunak terlarang untuk gagalkan regulator pemerintah, serta pemunduran diri paksa kepala eksekutifnya Travis Kalanick. 

Pro-kontra itu dipercaya sudah menolong tingkatkan profile Lyft untuk service pilihan. 

Lyft diawali pada 2012, serta sebelumnya direncanakan untuk service share perjalanan "aman" di beberapa kota yang memakai info profile Facebook untuk mengotentikasi driver serta pemakai. 

Rangking untuk perusahaan naik wahana nomor dua di AS, belakangan ini dihargai $ 15 miliar, serta sedang cari penilaian di antara $ 20 miliar serta $ 25 miliar. 

Tidak seperti Uber, Lyft - yang tawarkan sepeda serta share skuter listrik - cuma ada di AS serta Kanada. 

Pengemudi di sejumlah kota AS termasuk juga Connecticut, Chicago, New York serta Santa Monica protes Lyft atas pembayaran serta tunjangan. 

Peringatan 

Walau Lyft mempunyai beberapa investor populer, termasuk juga pemilik Google Alphabet serta raksasa e-commerce China Alibaba, beberapa analis menjelaskan perusahaan itu kemungkinan bukan spekulasi yang bagus. 

Baik Uber serta Lyft masih kehilangan uang, lepas dari tingkat perkembangannya, serta kedua-duanya berinvestasi besar ke mobil otonom. 

Di tahun 2018, Uber lihat kenaikan penghasilan sebesar 24% serta peningkatan pemesanan kotor sebesar 37%, tapi kerugian yang sesuai - sesudah faedah pajak - masih capai $ 1,8 miliar. 

Mengenai Lyft, untuk perusahaan swasta tidak mengutarakan banyak detil keuangan, tapi saat ini pengarsipan SEC-nya sudah diterbitkan, beberapa analis cemas. 

Kolumnis Bloomberg, Shira Ovide, menjelaskan beberapa investor harus memerhatikan jika sesaat penghasilan Lyft per perjalanan bertambah dari sekian waktu, demikian juga ongkos per perjalanan. 

"Semuanya tidak penting buat calon investor IPO. [Lyft] sudah membaktikan dianya untuk tumbuh cepat, serta memang demikian. 

"Itu yang nampaknya diharapkan oleh konsumen saham baru. Kerugian perusahaan makin tidak buruk. Serta sebaiknya investor siap melempar dadu pada pendekatan baru untuk transportasi serta bagian lain yang dapat memakai langkah memikir baru," tulisnya. 

"Tetap, Lyft serta Uber membidik valuasi besar, jadi investor harus lihat semua langkah pada penghasilan serta ekonomi ongkos, serta tanyakanlah pada perusahaan kapan beberapa angka ini akan bertambah dengan cara material."

Popular posts from this blog

That is Neil Gorsuch?

Initially Change legal civil liberties

The S-word: Simply quit utilizing it